Hasil Piala Asia U-23: Wasit Buat Kontroversi, Netizen Indonesia Serang Medsos Nasrullo Kabirov

Selasa, 16 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasrullo Kabirov.

Nasrullo Kabirov.

BANGSAKU.CO – Timnas Indonesia U-23 yang bermain dengan sembilan pemain menelan kekalahan 0-2 dari Qatar yang diwarnai sejumlah keputusan kontroversial wasit pada matchday pertama Grup A Piala Asia U-23 2024, Senin (15/4) malam WIB.

Kekalahan ini diwarnai keputusan wasit asal Tajikistan, Nasrullo Kabirov yang mengundang perdebatan. Bukan hanya terkait kartu kuning kedua untuk Ivar Jenner tetapi sejumlah pelanggaran keras pemain Qatar yang tidak mendapatkan sanksi yang pantas dari sang pengadil. Atas kejadian itu netizen Indonesia ramai-ramai menyerang akun Nasrullo Kabirov.

Qatar menciptakan peluang berbahaya pada menit ke-17 di Stadion Jassim bin Hamad, Al Rayyan. Kontrol bola Komang Teguh yang tidak sempurna membuat bola direbut pemain lawan dan penyerang sayap Qatar, Mahdi Salem melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang masih tepat dipelukkan Ernando Ari.

Tim Garuda nyaris membuka keunggulan 1-0 pada menit ke-39. Tembakan melengkung yang dilepaskan Rafael Struick ke tiang jauh masih menerpa tiang gawang Qatar.

Qatar mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-43 setelah wasit Nasrullo Kabirov melakukan pengamatan lewat Video Assistant Referee (VAR). Ini setelah Rizky Ridho dianggap melanggar Mahdi Salem di dalam kotak penalti saat coba menjaga pergerakan pemain Qatar tersebut.

Baca juga:  Pemkot Makassar Bantah Informasi Liar di Medsos: Isu Rp10 Miliar Makan dan Minum, Sangat Menyesatkan

Khaled Ali yang maju sebagai eksekutor dengan tenang melaksanakan tugasnya untuk membuat skor berubah jadi 1-0 yang bertahan hingga babak pertama usai.

Timnas U-23 harus bermain dengan 10 orang saat babak kedua baru dimulai. Ivar Jenner mendapatkan kartu kuning kedua dari wasit karena dianggap melanggar keras Saif Eldeen Hassan.

Padahal dari tayangan tidak ada pelanggaran yang masuk kategori berbahaya dilakukan oleh Ivar Jenner.

Qatar kemudian bisa memperbesar keunggulan jadi 2-0 pada menit ke-54. Tendangan bebas Al Rawi dari luar kotak penalti lebih dulu mengenai tiang dalam lalu masuk ke gawang Ernando Ari.

Timnas Indonesia U-23 mendapatkan peluang untuk mencetak gol pada menit ke-56. Namun eksekusi tendangan bebas Arhan masih berada di atas mistar gawang Qatar.

Marselino nyaris mencetak gol indah ke gawang Qatar pada menit ke-62. Tembakan first time Marselino sembari melompat meluncur deras ke arah gawang tetapi bisa digagalkan dengan susah payah oleh Youssef Abdullah.

Tujuh menit berselang giliran Nathan yang mendapatkan peluang untuk mencetak gol. Tembakan kaki kiri coba dilepaskan Nathan sedikit di luar kotak penalti yang masih melebar di sisi kiri gawang tuan rumah.

Baca juga:  Hari Kedua FORNAS VIII NTB, Kontingen Sulsel Raih 4 Emas, 1 Perak, dan 2 Perunggu

Tim asuhan Shin Tae Yong berupaya keras untuk mencetak gol penyama kedudukan walau bermain dengan 10 orang. Situasi ini membuat Qatar juga tidak nyaman untuk tampil leluasa di sisa waktu pertandingan.

Upaya untuk Timnas Indonesia U-23 mencetak gol semakin bertambah sulit karena Ramadhan Sananta yang masuk sebagai pemain pengganti dikartu merah wasit pada menit ke-96. Sananta diusir wasit karena melakukan pelanggaran keras kepada kapten Qatar, Mohammed Aiash setelah melalui pengamatan VAR oleh wasit.

Timnas Indonesia U-23 yang harus bermain dengan sembilan orang akhirnya harus mengaku keunggulan Qatar dengan skor 0-2 saat wasit meniup peluit panjang tanda babak kedua usai.

Susunan pemain

Qatar U-23 (4-4-2): Youssef Abdullah; Abdullah Al Yazidi, Hashmi Al Hussain, Mohammed Aiash, Saif Eldeen Hassan; Khaled Ali, Jassem Gaber, Naif Al Hadrami, Mostafa Meshall; Mahdi Salem, Ahmed Al Rawi

Timnas Indonesia U-23 (3-4-3): Ernando Ari; Rizky Ridho, Komang Teguh, Muhammad Ferarri; Rio Fahmi, Ivar Jenner, Arkhan Fikri, Pratama Arhan; Witan Sulaeman, Rafael Struick, Marselino Ferdinan

(cnn)

 

Berita Terkait

Pegiat Anti Korupsi Djusman AR Jagokan Argentina karena Bermental Juara dan Kekompakan Bermainnya
Top! Muh Asrul Rafzanjani, Pelajar Bone Persembahkan Emas untuk Indonesia di Kejuaraan Dunia Kun Khmer 2026
Empat Atlet Taekwondo Majene Sumbang Emas di POLTEK CUP 2025
KORMI Makassar Dorong Pelestarian Budaya Lewat Olahraga Tradisional di Macro Fest 2025
Naik Dua Peringkat dari FORNAS Sebelumnya, Sulsel Tutup FORNAS VIII dengan 31 Medali
Hari Ketiga FORNAS VIII NTB, Kontingen Sulawesi Selatan Tambah Medali: Total 5 Emas, 4 Perak, dan 4 Perunggu
Hari Kedua FORNAS VIII NTB, Kontingen Sulsel Raih 4 Emas, 1 Perak, dan 2 Perunggu
Jelang Liga 1 2025 – 2026, Pemain PSM Makassar Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:57 WITA

Pegiat Anti Korupsi Djusman AR Jagokan Argentina karena Bermental Juara dan Kekompakan Bermainnya

Sabtu, 14 Februari 2026 - 17:00 WITA

Top! Muh Asrul Rafzanjani, Pelajar Bone Persembahkan Emas untuk Indonesia di Kejuaraan Dunia Kun Khmer 2026

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 20:20 WITA

Empat Atlet Taekwondo Majene Sumbang Emas di POLTEK CUP 2025

Kamis, 2 Oktober 2025 - 23:36 WITA

KORMI Makassar Dorong Pelestarian Budaya Lewat Olahraga Tradisional di Macro Fest 2025

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 23:19 WITA

Naik Dua Peringkat dari FORNAS Sebelumnya, Sulsel Tutup FORNAS VIII dengan 31 Medali

Berita Terbaru