Mantan Wapres Jokowi JK : Ini Adalah Pemilu yang Terburuk dalam Sejarah Indonesia Sejak 1955

Jumat, 8 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto : Jusuf Kalla. Net

Keterangan Foto : Jusuf Kalla. Net

BANGSAKU.CO – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menganggap Pemilu 2024 sebagai pemilu yang terburuk di Indonesia sejak pertama kali digelar tahun 1955 silam.

“Saya pernah mengatakan ini adalah pemilu yang terburuk dalam sejarah Indonesia sejak 1955,” kata JK dalam pidatonya di Election Talk FISIP UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (7/3/2024).

JK mengatakan proses demokrasi yang diejawantahkan dalam pemilu kali ini diatur oleh sekelompok kecil orang, yakni orang yang memiliki modal dan orang pemerintahan.

“Pemilu yang kemudian diatur oleh minoritas, artinya orang yang mampu, orang pemerintahan, orang yang punya uang,” ujarnya.

Mantan Wapres Jokowi JK : Ini Adalah Pemilu yang Terburuk dalam Sejarah Indonesia Sejak 1955
Presiden Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla di Istana Negara, Jakarta pada tahun 2018 lalu. [Foto Rusman – Biro Pers Setpres]
JK beranggapan proses demokrasi di Indonesia kini tak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Terlebih, ia melihat banyak dugaan kecurangan, ancaman hingga kucuran besarnya dana bansos yang terjadi dalam proses pemilu.

Baca juga:  Kapolri Bakar Semangat Anggota Pengamanan KTT G20: Jadikan Ini Kebanggaan dan Kehormatan Kalian

“Masalahnya apabila sistem ini jadi suatu kebiasaan, maka kita akan kembali ke zaman otoriter. Itu saja masalahnya sebenarnya,” katanya.

“Gabungan dari semua itu menyebabkan adanya demokrasi yang kita harapkan mendambakan suara rakyat menjadi terbeli,” ujarnya menambahkan.

Pemilu 2024 digelar serentak antara pemilihan presiden dan pemilihan legislatif, DPR, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan DPD.

Terdapat tiga pasangan calon yang mengikuti Pilpres 2024, antara lain pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Pasangan Prabowo-Gibran untuk sementara unggul dalam real count KPU dengan perolehan 58 persen suara. Disusul pasangan Anies-Cak Imin di posisi kedua dan Ganjar Mahfud MD posisi buncit.

Namun sejumlah pihak menilai terjadi dugaan kecurangan dalam prosesnya. Capres nomor 3 Ganjar Pranowo bahkan mendorong penggunaan hak angket atau hak interpelasi di DPR.

Baca juga:  Singgung Pengkritik Program Makan Bergizi Gratis, Luhut Binsar Panjaitan : Sok Tau

Capres nomor 1 Anies Baswedan mendukung usulan Ganjar tersebut. Anies menilai dugaan kecurangan pemilu ini terjadi sejak sebelum pencoblosan 14 Februari.

cnn

Berita Terkait

Dinilai Kelewat Batas, Momen Hotman Paris Diduga Hina Profesi Wartawan Viral di Sosmed
Demi Masa Depan Anak, Ortu Rela ‘War’ Tempat Duduk Sekolah Sejak Subuh
Heboh! Istri Gugat Cerai Suami Gegara Hadiah Kantor Diberikan ke Rekan Wanita
Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.
Menkeu Purbaya Ogah Bangun Pusat Finansial Internasional di IKN: Tempatnya Terlalu Sepi.
Mendagri Buka Festival Fulan Fehan, Harap Perkuat Hubungan Lintas Negara
Efek Piala Dunia,Heboh Pasar Ambon Berwarna Oranye! Mama-Mama Kompak Dukung Belanda di Piala Dunia 2026.
Mapparenta Media Group Hadir di TikTok, Perluas Jangkauan Informasi Digital

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:35 WITA

Dinilai Kelewat Batas, Momen Hotman Paris Diduga Hina Profesi Wartawan Viral di Sosmed

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:45 WITA

Demi Masa Depan Anak, Ortu Rela ‘War’ Tempat Duduk Sekolah Sejak Subuh

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:51 WITA

Heboh! Istri Gugat Cerai Suami Gegara Hadiah Kantor Diberikan ke Rekan Wanita

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:26 WITA

Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:38 WITA

Menkeu Purbaya Ogah Bangun Pusat Finansial Internasional di IKN: Tempatnya Terlalu Sepi.

Berita Terbaru