Terus Bergulir, Relawan Bandung Raya Tegaskan Sikap Siap Jadi Saksi AMIN Tak Mau Dibayar

Selasa, 3 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, BANGSAKU.CO – Gerakan Nasional Saksi AMIN Tak Mau Dibayar (GERNAS SATAMAR) yang dideklarasikan Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn) di Makassar, Sabtu (30/09/2023), terus berlanjut di daerah lainnya.

Kali ini, giliran Inter Koneksi Relawan (IKReAn), simpul relawan Anies Baswedan yang berafiliasi dengan KoReAn, yang melangsungkan deklarasi diikuti ratusan anggotanya, di Bandung, Jawa Barat, Senin (01/10/2023).

“Bersama IKReAn Bandung Raya di Cililin Bandung, dengan ini kami menyatakan, mendukung GERNAS SATAMAR atau Gerakan Nasional Saksi AMIN Tak Mau Dibayar,” ujar para relawan mendeklarasikan GERNAS SATAMAR, dipimpin langsung Ketua Umum IKReAn Rini Prihandayani.

Dalam deklarasi ini, para relawan juga mengaku penuh kesadaran menyatakan dukungan untuk gerakan tersebut. Dengan alasan, bahwa keikhlasan perjuangan seharusnya tak bisa dinilai bahkan dengan uang.

Baca juga:  Kisah Nyata Pejabat NASA Mualaf Usai Saksikan Keajaiban Malam Lailatul Qadar

“Karena kami sadar relawan Anies bukan tak berharga, tapi justru keikhlasan perjuangan kami tak ternilai untuk perubahan bangsa Indonesia yang lebih baik,” tegas perempuan yang biasa dipanggil Danie Pedil in.

Sebelumnya, para relawan telah memulai deklarasi GERNAS SATAMAR di Makassar, dipimpin Ketua Umum KoRaAn, Muhammad Ramli Rahim, bertempat di Posko Pemenangan KoReAn, Jl Meranti Panakukkang ,Makassar.

Ratusan orang dari berbagai simpul relawan turut hadir dan mengikuti deklarasi tersebut. Para relawan berkomitmen untuk terus bergerak mengajak sebanyak mungkin orang bergabung dalam gerakan ini.

Ketua Umum KoReAn, Muhammad Ramli Rahim (MRR) memastikan bahwa deklarasi GERNAS SATAMAR akan terus berlanjut dilakukan para relawan pendukung pasangan AMIN di berbagai wilayah Indonesia.

Baca juga:  Pemerintah Tetapkan Idul Adha Jatuh pada 6 Juni 2025

MRR menegaskan, gerakan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan untuk pasangan AMIN agar tidak terjebak kepentingan pemodal apalagi oleh oligarki politik. Para relawan, kata dia, sangat sadar bahwa perubahan yang diinginkan seluruh warga Indonesia hanya bisa diraih apabila dukungan yang diberikan berdasarkan keikhlasan.

Oleh karena itu, melalui GERNAS SATAMAR, diharapkan para relawan sendirilah yang nantinya akan bersaksi di TPS tanpa harus dibayar.

“Karena jangan sampai yang terjadi adalah kekosongan saksi atau Anies menerima bantuan dari pemodal atau kita kenal dengan istilah oligarki. Atas dasar itulah KoReAn mendeklarasikan gerakan nasional saksi AMIN tak mau dibayar atau disingkat GERNAS SATAMAR,” cetus pria yang kini memimpin 259 simpul relawan Anies di bawah bendera KoReAn.**

Berita Terkait

Dinilai Kelewat Batas, Momen Hotman Paris Diduga Hina Profesi Wartawan Viral di Sosmed
Demi Masa Depan Anak, Ortu Rela ‘War’ Tempat Duduk Sekolah Sejak Subuh
Heboh! Istri Gugat Cerai Suami Gegara Hadiah Kantor Diberikan ke Rekan Wanita
Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.
Menkeu Purbaya Ogah Bangun Pusat Finansial Internasional di IKN: Tempatnya Terlalu Sepi.
Mendagri Buka Festival Fulan Fehan, Harap Perkuat Hubungan Lintas Negara
Efek Piala Dunia,Heboh Pasar Ambon Berwarna Oranye! Mama-Mama Kompak Dukung Belanda di Piala Dunia 2026.
Mapparenta Media Group Hadir di TikTok, Perluas Jangkauan Informasi Digital

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:35 WITA

Dinilai Kelewat Batas, Momen Hotman Paris Diduga Hina Profesi Wartawan Viral di Sosmed

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:45 WITA

Demi Masa Depan Anak, Ortu Rela ‘War’ Tempat Duduk Sekolah Sejak Subuh

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:51 WITA

Heboh! Istri Gugat Cerai Suami Gegara Hadiah Kantor Diberikan ke Rekan Wanita

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:26 WITA

Pria di Makassar Diduga Mengamuk dan Usir Keluarga karena Tak Diberi Uang.

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:38 WITA

Menkeu Purbaya Ogah Bangun Pusat Finansial Internasional di IKN: Tempatnya Terlalu Sepi.

Berita Terbaru