Tujuh Istri Wali Kota Ikuti Tradisi Mappasiori Waju di Ladies Program Apeksi XVI Tahun 2023

Jumat, 14 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Tujuh Istri wali kota anggota Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) turut mengikuti tradisi Mappasiori Waju, di Benteng Rotterdam, Kamis (13/07/2023).

Tradisi ini digelar sebagai salah satu rangkaian acara dari pelaksanaan Ladies Program APEKSI XVI Tahun 2023 di Kota Makassar. Ritual ini bermakna pemberian doa dan harapan kepada seorang anak gadis ketika menginjak usia remaja.

Diketahui, tradisi Mappasiori Waju adalah prosesi memakaikan baju bodo, yakni baju adat Sulawesi Selatan yang beraneka warna sebanyak tujuh lapis kepada anak gadis.

Hal ini sebagai simbol bahwa pada masa remaja dan dewasa yang akan dijalani sang anak nantinya akan diisi dengan berbagai warna dan corak kehidupan.

Baca juga:  Wakil Wali Kota Makassar Sambut Kunjungan Menteri Kesehatan RI di Kompleks Kusta Jongaya, Perkuat Upaya Eliminasi Kusta

Secara bergantian, tujuh istri wali kota anggota APEKSI memakaikan baju kepada sang anak. Dimulai dari baju bodo lapisan pertama oleh istri Wali Kota Bogor, kemudian disusul secara berurutan oleh istri Wali Kota Yogyakarta, Malang, Jakarta Selatan, dan Salatiga.

Kemudian dilanjutkan pemakaian baju bodo lapisan ke enam oleh istri Wali Kota Banjarmasin, dan ditutup oleh istri Wali Kota Sibolga yang memakaikan baju bodo lapisan terakhir.

Melalui tradisi ini TP PKK Kota Makassar bersama Pemerintah Kota Makassar ingin menunjukkan salah satu tradisi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya rumpun Bugis Makassar.

Di samping itu, juga untuk memperlihatkan kepada daerah lain bahwa Pemerintah Kota Makassar memiliki sinergitas program yang diselaraskan dengan adat dan budaya setempat, yakni program Jagai Anak’ta.

Baca juga:  Wali Kota Makassar Serukan Akselerasi Koperasi Merah Putih, Dukung Program Presiden Prabowo

Diharapkan melalui tradisi ini akan membawa manfaat bagi anak-anak dalam menghadapi tantangan hidup dan mewujudkan cita-cita mereka.

Lebih jauh, tradisi Mappasiori Waju ini juga diharapkan menjadi momentum yang menginspirasi, mempersatukan, dan menjadikan anak-anak sebagai fokus utama pembangunan masa depan yang lebih baik. (*)

Berita Terkait

Damkarmat Makassar Luncurkan API BAHARI, Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Pesisir Pulau
Perumda Pasar Makassar Hadirkan Beasiswa Kuliah untuk Anak Pedagang di Tujuh Pasar Tradisional
Djusman AR Ucapkan Selamat kepada Sila H. Pulungan dan Muhammad Syarifuddin, Harap Pemberantasan Korupsi di Sulsel Terus Berlanjut
DLH Makassar Gencarkan Edukasi Pemilahan Sampah, Residu Saja yang Masuk TPA
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Resmi Buka Sao Raja Tana Daeng Festival 2026
Wakil Wali Kota Makassar Sampaikan Jawaban Wali Kota atas Pandangan Umum Fraksi DPRD Secara Daring
Sekda Makassar Tegaskan Hibah KONI Sah, Rasionalkan Dasar Hukum dan Mekanismenya
Satu-satunya Model Sofa dari Internet Ada di Makassar, RRR.Sofa Pakai Bahan Kualitas Premium

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:02 WITA

Damkarmat Makassar Luncurkan API BAHARI, Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Pesisir Pulau

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:11 WITA

Perumda Pasar Makassar Hadirkan Beasiswa Kuliah untuk Anak Pedagang di Tujuh Pasar Tradisional

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:01 WITA

Djusman AR Ucapkan Selamat kepada Sila H. Pulungan dan Muhammad Syarifuddin, Harap Pemberantasan Korupsi di Sulsel Terus Berlanjut

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:25 WITA

DLH Makassar Gencarkan Edukasi Pemilahan Sampah, Residu Saja yang Masuk TPA

Senin, 20 Juli 2026 - 11:26 WITA

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Resmi Buka Sao Raja Tana Daeng Festival 2026

Berita Terbaru