Dorong Perlindungan Pohon Langka dan Terancam, Balai TN Babul Lakukan Survei dan Identifikasi Sebarannya

Sabtu, 5 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegratim icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGSAKU.CO – Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung bekerjasama dengan Fauna & Flora International Indonesia Programme wilayah Sulawesi saat ini sedang melakukan survei plot di sejumlah titik di Kawasan karst Maros Pangkep untuk jenis tumbuhan kategori pohon langka dan terancam.

Diketahui terdapat 5 jenis pohon langka dan terancam yang menjadi spesies target dalam kegiatan survei kali ini. Ke-lima jenis tersebut meliputi Hopea celebica, Diospyros celebica, Pterocarpus indicus, Knema matanensis, Chionanthus celebicus yang saat ini keseluruhannya masuk ke dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Kepala Tata Usaha Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Muh. Nurhidayat mengetahui bahwa terdapat beberapa pohon endemik yang berada di Kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, antara lain Diospyros celebica atau dikenal pohon Eboni dan juga Hopea celebica atau Giam/keeri.

ADVERTISEMENT

HOTELPREMIER

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Memang ada beberapa jenis sepengatahuan saya, ada eboni misalnya dan juga Hopea celebica. Untuk jenis lainnya, kami identifikasi ternyata juga ada di dalam Kawasan setelah dilakukan penilaian awal oleh teman-teman baru-baru ini,” kata Nurhidayat.

Baca juga:  Jalan di Depan Kantor KPU RI Ditutup Total

Nurhidayat melanjutkan, upaya perlindungan jenis pohon ini tentunya akan ditindak lanjuti kedepannya, terlebih karena spesies target tersebut masuk ke dalam daftar merah IUCN namun saat ini belum ditetapkan sebagai jenis pohon yang dilindungi berdasarkan peraturan pemerintah.

“Tentunya akan ada upaya perlindungan yang akan kami dorong khususnya untuk jenis pohon langka tersebut, apalagi semuanya masuk kategori IUCN redlist,” tutup Nurhidayat.

Dikonfirmasi terpisah, Project Manager Fauna & Flora International’s Indonesia Programme (FFI’s IP) Wilayah Sulawesi, Fardi Ali Syahdar mengatakan bahwa pengungkapan sebaran pohon langka di Kawasan karst Maros Pangkep termasuk di dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung ini didasarkan dari hasil studi literatur bekerjasama dengan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin yang dilakukan sejak tahun 2018 lalu.

“Dari hasil penilaian awal, ada 16 titik yang tersebar di Kawasan karst Maros-Pangkep, yang kemudian diklasifikasi lebih lanjut berdasarkan sebaran dan tingkat keterancaman, terpilih 7 target plot permanen, yaitu 3 plot di Karaenta, 1 plot di daerah Tompobalang, 1 plot di area Pattiro dan 2 plot di area karst Lopi-lopi,” kata Fardi

Baca juga:  Tok! Muhammadiyah Tetapkan Hari Pertama Ramadan Senin 11 Maret 2024

Ditambahkannya bahwa dari ke-lima jenis tersebut, yang paling sulit dijangkau persebarannya adalah Hopea celebica karena umumnya ditemukan di lokasi tebing karst yang membutuhkan keterampilan khusus. Menurutnya, kondisi ini juga lah yang kemudian menjadi latar belakang pentingnya pelibatan komunitas lokal khususnya bagi kelompok yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan khusus dalam kegiatan eksplorasi di Kawasan karst

“Dari 5 jenis pohon langka ini, Hopea celebica sebenarnya yang paling menjadi perhatian utama kami, karena mungkin area persebarannya terdapat pada lingkungan yang spesifik atau umumnya itu ada di tebing-tebing karst yang butuh keterampilan khusus untuk mengaksesnya. Kelompok binaan yang juga merupakan masyarakat sekitar Kawasan yang sudah dibekali pengetahuan dan keterampilan terkait ini, tentu perannya menjadi sangat penting,” tambah Fardi.

Pasca kegiatan survei yang dilakukan oleh Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dan Fauna & Flora International’s Indonesia Programme serta masyarakat setempat ini, diketahui akan ditindaklanjuti dengan melakukan studi Propagasi dan Feneologi bekerjasama dengan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, khususnya untuk jenis Hopea celebica.

Berita Terkait

KPK Temukan Lokasi Harun Masiku, Target Bisa Ditangkap dalam Sepekan
Mentan dan Wakapolri Makin Lengket Urus Ternak
Suami BCL Dipolisikan Mantan Istri soal Dugaan Penggelapan Rp6,9 Miliar
37 Jemaah Calon Haji Asal Makassar Ditangkap Diduga Pakai Visa Haji Palsu
Polisi Tetapkan Juru Masak, Anggota Satpol PP dan Satu Warga sebagai Tersangka Kasus Pencurian Sembako di Rumdis Bobby
Prediksi PPP Lolos Senayan Lewat Sengketa Hasil Pileg Menguat di MK
Presiden Jokowi dan Mentan Amran Sarapan dan Bersepeda Bareng di Lombok
Duh! Indonesia Peringkat 1 Terbanyak Pemain Judi Online Dunia

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024

Penanganan Korupsi Bansos Covid-19 Jalan di Tempat, Djusman AR: Polda Jangan Mandul

Kamis, 13 Juni 2024

Agus Salim Resmi Lantik Wakajati dan 8 Kajari di Sulsel, Berikut Nama-namanya

Rabu, 12 Juni 2024

Kajati Sulsel Agus Salim Ikuti Permohonan Pengajuan Restorative Justice 2 Kasus Penganiayaan

Jumat, 7 Juni 2024

Jampidum Setujui Pengajuan Dua Perkara “Restorative Justice” di Sulsel

Senin, 3 Juni 2024

Plt JAM PIDUM Leonard Eben Ezer Simanjuntak dan Wakajati Sulsel Ikuti 3 Ekspose Perkara Pengajuan Restorative Justice, 2 Diterima dan 1 Ditolak

Kamis, 30 Mei 2024

Kajati Sulsel Agus Salim Sampaikan Welcome Speech dalam Acara Bimtek Penanganan Perkara Tindak Pidana Narkotika dengan Pendekatan Keadilan Restoratif

Rabu, 22 Mei 2024

Kajati Agus Salim Berikan Apresiasi Tim Tabur Intelijen Kejati Sulsel yang Berhasil Menangkap Buronan Kasus Korupsi dan Buronan Penyelundup BBM

Senin, 20 Mei 2024

Agus Salim Tutup Turnamen Sepakbola Kajati Sulsel Cup I 2024 di Kota Malili Luwu Timur

Berita Terbaru