BPBD Makassar Targetkan SALAMA Hadir di 100 Sekolah pada 2026

Selasa, 7 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, BANGSAKU.CO Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, terus memperkuat inovasi SALAMA (Sahabat Anak Lewat Afirmasi tentang Aman Bencana) sebagai upaya membangun budaya sadar dan tangguh bencana sejak usia dini.

Inovasi ini juga dipersiapkan untuk mengikuti penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.

Upaya penguatan itu menjadi salah satu agenda utama dalam Forum Riset dan Inovasi Daerah Angkatan II yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Makassar, Senin (6/7/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. Muhammad Fadli, mengatakan bahwa inovasi penanggulangan bencana harus mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat, bukan sekadar meraih penghargaan.

“Selama ini paradigma penanggulangan bencana lebih banyak berorientasi pada penanganan setelah kejadian,” ujarnya.

“Maka melalui inovasi SALAMA, kami ingin mengubah pendekatan itu dengan membangun kesiapsiagaan sejak usia dini,” sambung Fadli.

Dia menjelaskan, penguatan inovasi SALAMA tidak hanya difokuskan pada kelengkapan administrasi dan penyusunan evidence penilaian, tetapi juga pada peningkatan kualitas program serta perluasan implementasi di sekolah-sekolah.

“Hingga pertengahan 2026, program tersebut telah menjangkau 18.090 anak di Kota Makassar,” jelasnya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan intensif bagi perangkat daerah dalam mempersiapkan dokumen dan bukti dukung inovasi untuk penilaian IGA 2026.

Dalam forum tersebut, BPBD Kota Makassar mendapatkan pendampingan untuk memastikan seluruh indikator penilaian inovasi terdokumentasi secara komprehensif, mulai dari aspek kebaruan, manfaat, efektivitas, dampak, keberlanjutan, hingga potensi replikasi program di daerah lain.

Dikatakan, SALAMA merupakan inovasi yang dikembangkan oleh Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Makassar sebagai jawaban atas pentingnya edukasi kebencanaan yang lebih dekat dengan dunia anak-anak.

Program ini dirancang untuk mengubah pendekatan penanggulangan bencana yang selama ini lebih berfokus pada respons pascabencana menjadi pendekatan preventif melalui peningkatan kapasitas masyarakat sejak usia dini.

Baca juga:  Digelar di Tokka, Tamalanrea Juara Satu Pramuka Tingkat Kota Makassar, Berikut Videonya

“Ketika anak-anak memahami risiko bencana, mengetahui cara menyelamatkan diri, dan mampu bertindak tepat saat keadaan darurat, maka kita sedang membangun budaya aman bencana yang akan bertahan hingga mereka dewasa,” ungkapnya.

Menurutnya, melalui SALAMA, anak-anak diperkenalkan pada berbagai pengetahuan dasar mengenai kebencanaan dengan metode yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan jenis dan risiko bencana, simulasi penyelamatan diri saat keadaan darurat, pengenalan alat keselamatan, permainan edukatif, hingga penguatan mental dan psikologis melalui metode Hypno-Shield.

Pendekatan tersebut membuat proses belajar tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga membentuk keterampilan praktis yang dapat diterapkan ketika menghadapi situasi darurat.

“Dengan demikian, anak-anak tidak hanya memahami ancaman bencana, tetapi juga memiliki kemampuan untuk merespons secara tepat dan aman,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, keberhasilan implementasi SALAMA sebelumnya telah mendapat pengakuan melalui penghargaan Innovative Mayor Award (IMA) 2025 lalu.

Capaian tersebut menjadi motivasi bagi BPBD Kota Makassar untuk terus menyempurnakan inovasi agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Menurut Fadli, investasi terbesar dalam penanggulangan bencana adalah membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat sejak dini. Karena itu, sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai keselamatan dan mitigasi bencana kepada generasi muda.

Saat ini, SALAMA telah diterapkan di 30 sekolah yang tersebar pada tujuh kecamatan rawan bencana di Kota Makassar. Ke depan, BPBD menargetkan perluasan implementasi hingga menjangkau 100 sekolah sepanjang tahun 2026.

Perluasan tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan sekaligus memperluas manfaat program kepada lebih banyak anak dan keluarga di Kota Makassar.

“Target kami bukan sekadar menghadirkan lebih banyak sekolah peserta, tetapi memastikan setiap anak memperoleh pengalaman belajar yang membentuk karakter tangguh, peduli, dan siap menghadapi situasi darurat,” katanya.

“Jika budaya ini tumbuh sejak dini, maka ketangguhan masyarakat akan terbentuk secara berkelanjutan,” tambahnya.

Baca juga:  Perumda Pasar Terus Berinovasi Tingkatkan PAD Kota Makassar, ini Programnya

Fadli menambahkan, melalui penguatan substansi inovasi, pendampingan dari BRIDA Kota Makassar, serta perluasan implementasi di sekolah-sekolah, BPBD Kota Makassar optimistis SALAMA dapat menjadi salah satu inovasi unggulan dalam penilaian Innovative Government Award 2026.

Lebih dari itu, SALAMA diharapkan menjadi model pendidikan kebencanaan berbasis anak yang dapat direplikasi oleh pemerintah daerah lain di Indonesia.

“Sehingga upaya pengurangan risiko bencana dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan tumbuh menjadi budaya masyarakat yang tangguh, siap, dan aman menghadapi berbagai potensi bencana,” tutup Fadli.

Sementara itu, Tim Inovasi sekaligus Fasilitator Lapangan SALAMA, Nurmadia Syam, mengatakan pendampingan yang dilakukan BRIDA Kota Makassar menjadi momentum penting untuk menyempurnakan kualitas inovasi.

“Serta memperkuat dokumentasi evidence sebagai salah satu aspek utama dalam penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026,” katanya.

Menurutnya, penyusunan evidence tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga harus mampu menunjukkan dampak nyata yang dihasilkan program di lapangan.

Karena itu, setiap indikator disusun untuk menggambarkan perubahan perilaku, peningkatan pengetahuan, serta kesiapsiagaan anak-anak dalam menghadapi potensi bencana setelah mengikuti program SALAMA.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap bukti yang disajikan benar-benar merepresentasikan manfaat inovasi bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan, penguatan evidence melalui pendampingan BRIDA juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas inovasi agar tidak hanya kompetitif pada ajang IGA 2026, tetapi juga dapat menjadi model edukasi kebencanaan berbasis anak yang mudah direplikasi oleh pemerintah daerah lain di Indonesia.

“Yang kami tonjolkan bukan hanya jumlah sekolah atau peserta, tetapi bagaimana SALAMA mampu meningkatkan pemahaman anak tentang mitigasi bencana, membentuk karakter yang lebih tangguh, serta menumbuhkan budaya sadar bencana sejak usia dini,” tutup Nurmadia.

 

(kdp)

Baca berita lainnya Bangsaku.co di Google News

Berita Terkait

Bea Cukai dan Polda Sulsel Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, Selamatkan 5.000 Jiwa dari Ancaman Sabu
Tak Hanya Olahraga, CFD Makassar Jadi Ruang Seru Anak-anak Belajar Literasi
Jelang IGS 2026, Kawasan Losari hingga CPI Disterilkan Sambut Delegasi Mancanegara
Warkop Sahabat 88 Resmi Dibuka di Perintis Kemerdekaan, Tawarkan Suasana Asri dan Nyaman
Plt Dirut PDAM Makassar Andi Syahrum Makkuradde Kenang Sosok Almarhum Owner HPLus Andi Sudarmin: Pengusaha Bersahaja dan Peduli Sesama
DPMPTSP Makassar Dukung Pemantapan Persiapan IGS Diplomatic Tour 2026
Kepulangan Haji Bakal Kita Lihat Fashion Show Jemaah Asal Bugis Makassar
Donor Darah Masjid Nur Intan Lestari Kumpulkan 20 Kantong Darah, Warga Antusias Dukung Aksi Kemanusiaan

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:17 WITA

BPBD Makassar Targetkan SALAMA Hadir di 100 Sekolah pada 2026

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:08 WITA

Bea Cukai dan Polda Sulsel Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, Selamatkan 5.000 Jiwa dari Ancaman Sabu

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:58 WITA

Tak Hanya Olahraga, CFD Makassar Jadi Ruang Seru Anak-anak Belajar Literasi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:08 WITA

Jelang IGS 2026, Kawasan Losari hingga CPI Disterilkan Sambut Delegasi Mancanegara

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:05 WITA

Warkop Sahabat 88 Resmi Dibuka di Perintis Kemerdekaan, Tawarkan Suasana Asri dan Nyaman

Berita Terbaru

MAKASSAR

BPBD Makassar Targetkan SALAMA Hadir di 100 Sekolah pada 2026

Selasa, 7 Jul 2026 - 19:17 WITA