Makassar Siap Jadi Contoh Ketahanan Perkotaan di Asia melalui Proyek ARC oleh USAID

Jumat, 25 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR – Makassar merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang akan menjadi lokus proyek Asia Resilient City (ARC) dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat/United States Agency for International Development (USAID) (25/10/2024).

Proyek ini dilaksanakan oleh JSI Research & Training Institute Inc. (JSI) bersama Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), yang akan memulai kegiatannya di Makassar mulai tahun 2024 hingga 2027.

Proyek ini dilaksanakan di beberapa kota di Asia. Makassar merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang termasuk dalam inisiatif ini, bersama Rajkot
(Republik India), Khulna (Republik Rakyat Bangladesh), Ulaanbaatar (Mongolia), dan Bishkek (Republik Kirgistan).

Hal ini karena sasaran utama ARC adalah membangun kota tangguh dan adaptif yang mendukung pertumbuhan dinamis dan lingkungan layak huni bagi masyarakat yang menghadapi dampak perubahan iklim. Untuk itu, proyek tiga tahun ini akan bekerja sama dengan Pemkot Makassar.

Direktur Kantor Lingkungan Hidup USAID Indonesia, Brian Dusza mengatakan Makassar sebagai wilayah metropolitan terbesar di Indonesia bagian timur, sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim.

“Perubahan iklim merupakan krisis global yang berdampak secara tidak proporsional pada masyarakat miskin dan terpinggirkan,” jelasnya.

Baca juga:  Kepala Bappeda Makassar Ucapkan Selamat Hari Pahlawan Nasional

Untuk itu, katanya, proyek ARC akan memanfaatkan pembelajaran dan praktik terbaik dari inisiatif Building Healthy Cities (BHC), yang dilaksanakan IOM bersama USAID di kota yang sama beberapa tahun lalu, khususnya dalam penggunaan pemikiran sistem untuk mendukung adaptasi iklim.

“USAID senang bermitra dengan Organisasi Internasional untuk Migrasi dan pemerintah kota Makassar untuk meningkatkan ketahanan kota Makassar,” imbuhnya.

Brian mnjelaskan proyek ARC memiliki tiga tujuan utama: pertama, meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur dan layanan yang tangguh.

“kedua, meningkatkan pertumbuhan ekonomi; dan ketiga, meningkatkan kapasitas untuk mengatasi tantangan iklim dan lingkungan,” tambahnya.

Selain itu, Ia mengatakan ARC akan memberdayakan dan mengembangkan sumber daya manusia di lingkungan pemerintah kota, sektor swasta, dan masyarakat sipil.

Kepala Misi IOM Indonesia, Jeffrey Labovitz menambahkan, lokakarya ini difokuskan untuk mengidentifikasi tantangan utama di Makassar, menyusun rencana aksi, dan menjajaki strategi ketahanan sistemik.

“Kami berharap ARC akan memberikan dampak positif bagi ketahanan kota dan dapatmenjadi contoh bagi kota-kota lain,” katanya.

Jeffrey juga mengapresisi Pemkot Makassar atas dukungannya pada proyek ini sebagai kolaborasi lintas sektoral dalam membangun ketahanan perkotaan.

Baca juga:  Bappeda Kota Makassar Sambut Kunjungan Studi Lapang Mahasiswa Universitas Hasanuddin

Sementara itu, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Nur Kamarul Zaman, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dipilihnya Makassar sebagai lokasi proyek ini. Ia mengatakan Makassar Siap Menjadi Contoh Ketahanan Perkotaan di Asia

“Penetapan Makassar sebagai lokus proyek merupakan bentuk pengakuan terhadap potensi kota ini dalam berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Program ini menjadi peluang penting bagi Makassar untuk memajukan berbagai sektor,” ujarnya.

Kamarul juga berharap dengan diluncurkannya program di Makassar dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dan Asia dalam menciptakan ketahanan yang berkelanjutan.

“Siinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta akan terus didorong untuk mewujudkan tujuan tersebut, sehingga setiap langkah yang diambil dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan kualitas hidup dan pelestarian lingkungan,” tambahnya.

Diketahui, peluncuran program ini dilanjutkan dengan lokakarya multisektoral yang mempertemukan para profesional yang terlibat dalam proyek BHC sebelumnya, serta mereka yang berkecimpung di bidang ketahanan perkotaan, adaptasi iklim, dan bidang terkait.

Berita Terkait

Bappeda Makassar Gelar Forum Konsultasi Publik RKPD 2026
Bappeda Kota Makassar Gelar Rapat Penyusunan RKPD 2026
Makassar Raih Penghargaan Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2024
Bappeda Makassar Gelar Rapat Koordinasi Teknis Penetapan Dataset Produsen Data dan Penggunaan Platform Satu Data
Bappeda Corner : Ketua DPRD Makassar Aspirasi Warga Jadi Dasar Realisasi APBD Makassar 2025
Buka Rakor Kolaborasi Satu Data Makassar, Asisten 1 Andi Yasir : Data Adalah Pondasi
Sejumlah Peserta Hadiri Rakor Satu Data Makassar yang Digelar Bappeda
Bappeda Corner Hadirkan Ketua DPRD Makassar Supratman

Berita Terkait

Kamis, 30 Januari 2025 - 11:36 WITA

Bappeda Makassar Gelar Forum Konsultasi Publik RKPD 2026

Rabu, 15 Januari 2025 - 11:31 WITA

Bappeda Kota Makassar Gelar Rapat Penyusunan RKPD 2026

Jumat, 13 Desember 2024 - 15:54 WITA

Makassar Raih Penghargaan Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2024

Kamis, 12 Desember 2024 - 16:32 WITA

Bappeda Makassar Gelar Rapat Koordinasi Teknis Penetapan Dataset Produsen Data dan Penggunaan Platform Satu Data

Kamis, 12 Desember 2024 - 15:56 WITA

Bappeda Corner : Ketua DPRD Makassar Aspirasi Warga Jadi Dasar Realisasi APBD Makassar 2025

Berita Terbaru

Uncategorized

Ketika Doamu Tembus Langit! Bapak Ini Lolos dari Razia Polisi

Rabu, 3 Jun 2026 - 14:58 WITA