MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Di tengah laju perkembangan zaman yang semakin pesat dan kompleksitas dinamika sosial yang terus meningkat, peran generasi muda khususnya mahasiswa menjadi sangat krusial dalam membangun kesatuan dan menjaga keharmonisan masyarakat. Hal ini ditegaskan secara tegas oleh Sdri. Suci, seorang mahasiswi dari Fakultas Syariah dan Hukum, Jurusan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), dalam tanggapan yang disampaikannya terkait kondisi bangsa dan peran berbagai elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan ke depan.
Menurut Suci, tantangan yang akan dihadapi oleh bangsa Indonesia di masa mendatang tidak dapat dianggap remeh atau diabaikan. Beragam aspek kehidupan bermasyarakat menunjukkan dinamika yang semakin kompleks, mulai dari perubahan struktur sosial akibat urbanisasi yang masif, hingga arus informasi yang tidak terkendali akibat kemajuan teknologi digital yang luar biasa cepat. “Kita menyadari bahwa tantangan ke depan tidaklah ringan,” ucapnya dengan nada yang tegas namun penuh kepedulian.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi yang seharusnya menjadi sarana untuk mempererat hubungan dan memperluas akses informasi positif, ternyata juga memiliki sisi negatif yang berpotensi mengganggu ketertiban dan persatuan bangsa. “Perkembangan teknologi yang pesat yang berpotensi disalahgunakan untuk menyebarkan informasi salah dan kebencian, hingga potensi konflik di tengah masyarakat akibat perbedaan pandangan dan kepentingan, menuntut kita untuk semakin solid, saling percaya, dan saling menguatkan,” jelasnya.
Menurut Suci, fenomena penyebaran hoaks atau informasi salah telah menjadi salah satu ancaman serius bagi stabilitas sosial, karena dapat dengan cepat menciptakan kesalahpahaman, memecah belah hubungan antarwarga masyarakat, dan bahkan memicu terjadinya konflik yang tidak diinginkan. Selain itu, perbedaan pandangan yang muncul akibat keragaman budaya, agama, dan kepentingan yang ada di tengah masyarakat juga menjadi potensi yang perlu diantisipasi dengan baik, agar tidak berkembang menjadi sumber konflik yang merusak.
Sebagai bagian dari generasi muda yang menjadi harapan bangsa, Suci menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran yang lebih luas dari sekadar berkonsentrasi pada aktivitas akademik di dalam kampus. “Sebagai mahasiswa tidak hanya beraktivitas di lingkup akademik, tetapi juga dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya hidup rukun dan saling menghargai,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa sebagai kelompok yang memiliki akses terhadap ilmu pengetahuan dan pemikiran kritis, memiliki tanggung jawab untuk turut serta dalam membangun kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai persatuan, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan. Kegiatan seperti penyuluhan masyarakat, diskusi publik, serta gerakan sosial positif menjadi beberapa bentuk kontribusi yang dapat dilakukan oleh mahasiswa untuk memberikan edukasi dan pemahaman yang benar kepada masyarakat luas.
Selain itu, Suci juga menyoroti peran sentral yang dimainkan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga ketertiban umum dan keamanan bangsa. “Sementara itu, Polri memiliki peran sentral dalam menjaga ketertiban umum dan melindungi hak serta keamanan setiap warga negara,” katanya.
Menurutnya, Polri sebagai institusi yang bertugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, memiliki peran yang tidak dapat digantikan oleh elemen masyarakat lain. Upaya Polri dalam melakukan patroli, menangani kasus-kasus kejahatan, serta mencegah terjadinya konflik sosial menjadi pondasi penting bagi terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif bagi perkembangan masyarakat dan negara.
Lebih lanjut, Suci menegaskan bahwa mahasiswa dan Polri merupakan dua institusi yang saling melengkapi dan memiliki tujuan serta komitmen yang sama terhadap negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kedua institusi ini saling melengkapi dan memiliki komitmen yang sama terhadap negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa kerjasama yang erat antara mahasiswa dan Polri akan menciptakan sinergi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada. Mahasiswa dapat memberikan kontribusi dalam hal edukasi masyarakat dan pemantauan terhadap dinamika sosial, sementara Polri dapat memberikan dukungan dalam hal keamanan dan penegakan hukum, sehingga bersama-sama dapat membangun masyarakat yang aman, damai, dan makmur.
Pada bagian akhir tanggapannya, Suci menyampaikan dukungan penuh dari dirinya dan mahasiswa UINAM terhadap upaya Polri dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
“Bersama Polri jaga kamtibmas, siap dukung Polri di bawah presiden,” pungkasnya dengan penuh semangat dan komitmen terhadap negara.
Diharapkan, pernyataan dan komitmen dari mahasiswi UINAM ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk semakin aktif terlibat dalam membangun bangsa dan menjaga persatuan serta kesatuan Indonesia, serta mempererat hubungan kerja sama dengan berbagai institusi negara guna menghadapi segala tantangan yang akan datang.








































