Home / PLN

Melalui Program TJSL, PLN Bersama Rappo Indonesia Kelola Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai Guna

Senin, 25 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto : Masyarakat pesisir di Untia, Makassar turut terlibat dalam program TJSL PT PLN (Persero) untuk mengolah sampah plastik menjadi barang bernilai. Melalui program ini, PLN optimis mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar. Istimewa

Keterangan Foto : Masyarakat pesisir di Untia, Makassar turut terlibat dalam program TJSL PT PLN (Persero) untuk mengolah sampah plastik menjadi barang bernilai. Melalui program ini, PLN optimis mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar. Istimewa

MAKASSAR, BANGSAKU.CO – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) terus menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, PLN UID Sulselrabar bekerja sama dengan Rappo Indonesia, sebuah usaha sosial yang bergerak di bidang pengelolaan sampah, untuk mengurangi sampah plastik dan mengolahnya menjadi barang bernilai guna.

Rappo Indonesia sendiri dikenal sebagai inisiator pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dengan memanfaatkan teknologi dan pemberdayaan komunitas. Founder Rappo Indonesia, Akmal, menegaskan bahwa kerja sama ini akan menciptakan dampak positif ganda, khususnya di wilayah pesisir. Dengan rumah produksi yang terletak di Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, program ini diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan dari sampah plastik, menciptakan produk bernilai ekonomi yang bisa dipasarkan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah serta mendaur ulang sampah.

Akmal mencatat, sejak program TJSL PLN terkait pemberdayaan masyarakat untuk pengolahan sampah berjalan, telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan dengan menciptakan peluang kerja baru bagi sekitar 150 masyarakat, serta penghasilan tambahan bagi masyarakat pesisir melalui produksi furnitur daur ulang.

Baca juga:  Terbanyak di Asia Tenggara! PLN Resmikan 21 Unit Green Hydrogen Plant, Mampu Produksi Hingga 199 Ton Hidrogen Per Tahun

“Program ini membuka peluang masyarakat untuk memperoleh lapangan kerja sekaligus mendukung perekonomian lokal. Rappo berhasil menciptakan kesempatan kerja dengan merekrut dua mitra pengrajin dan empat mitra pengolah plastik, serta menjalin kemitraan dengan dua tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R), satu bank sampah, empat pengepul, dan berbagai Waste Collecting Event untuk pengumpulan bahan baku. Hingga kini, Rappo telah mengelola 1,36 ton sampah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis tinggi,” ujar Akmal.

Ia menambahkan, dengan memanfaatkan potensi daur ulang sampah plastik, program ini mendukung terciptanya industri kecil yang berbasis pada produk ramah lingkungan.

Pada kesempatan yang berbeda, General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyampaikan komitmen PLN dalam mendukung keberlanjutan lingkungan sesuai dengan _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya poin Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Ia menambahkan, tujuan ini bertujuan untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, pekerjaan penuh dan produktif, serta pekerjaan yang layak untuk semua.

Baca juga:  Bekerja Tanpa Henti, PLN UID Sulselrabar Kirim Tim Khusus Kloter Kedua ke Aceh

“Kami percaya bahwa keberlanjutan lingkungan adalah bagian penting dari layanan energi yang bersih dan berkeadilan. Melalui kolaborasi dengan Rappo Indonesia, PLN ingin menghadirkan solusi konkret untuk mengurangi sampah plastik sekaligus memberdayakan masyarakat,” kata Edyansyah.

Edyansyah memaparkan, selain berfokus pada aspek lingkungan, program TJSL ini juga diarahkan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat lokal. Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat diharapkan mampu mengelola sampah secara mandiri dan menjadikannya sebagai peluang usaha baru.

Kerja sama PLN UID Sulselrabar dengan Rappo Indonesia merupakan bukti nyata bahwa transisi energi bersih harus berjalan beriringan dengan transisi hijau dalam pengelolaan lingkungan. Dengan langkah ini, PLN tidak hanya menghadirkan listrik andal bagi masyarakat, tetapi juga solusi inovatif dalam menjaga bumi tetap lestari.

 

(*) 

Berita Terkait

Dirut PLN Minta Maaf atas Pemadaman Listrik di Sumatra
KSB Kelurahan Katimbang Bersama PLN UIP Sulawesi Gelar Pelatihan Penyusunan SOP Tanggap Darurat Desa Siaga Bencana
PLN Peringati Bulan K3 Nasional 2026, Tegaskan Komitmen Zero Harm dan Zero Loss
Dukung Pengembangan Wisata, PLN Peduli Hadir melalui Program Desa Berdaya di Desa Sani-sani, Sulawesi Tenggara
Tanggap Darurat Bencana: PLN Bentuk Tim Reaksi Cepat yang Siap Hadapi Situasi Darurat
PLN Beri Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen, Gebyar Awal Tahun Diminat
Penggunaan SPKLU di Sulselrabar Catatkan Kenaikan Tiga Kali Lipat di Tahun 2025
Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:45 WITA

Dirut PLN Minta Maaf atas Pemadaman Listrik di Sumatra

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:45 WITA

KSB Kelurahan Katimbang Bersama PLN UIP Sulawesi Gelar Pelatihan Penyusunan SOP Tanggap Darurat Desa Siaga Bencana

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:54 WITA

PLN Peringati Bulan K3 Nasional 2026, Tegaskan Komitmen Zero Harm dan Zero Loss

Sabtu, 31 Januari 2026 - 19:07 WITA

Dukung Pengembangan Wisata, PLN Peduli Hadir melalui Program Desa Berdaya di Desa Sani-sani, Sulawesi Tenggara

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:45 WITA

Tanggap Darurat Bencana: PLN Bentuk Tim Reaksi Cepat yang Siap Hadapi Situasi Darurat

Berita Terbaru