Soal Tertib Parkir di Makassar, DPRD: Butuh Ketegasan dan Kesadaran Warga

Selasa, 8 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi B DPRD Makassar, William, menegaskan bahwa penataan parkir hanya bisa efektif jika melibatkan dua unsur utama, ketegasan pemerintah dan kesadaran masyarakat.

“Kalau cuma program dari pemerintah, itu hanya 50 persen jalan. Sisanya tergantung kesadaran masyarakat,” kata William, Selasa (8/7/2025).

Ia mencontohkan negara seperti Singapura, yang menerapkan sistem sanksi ketat, hingga pencabutan permanen SIM bagi pelanggar. Menurutnya, efek jera harus dibangun dengan sistem yang tegas dan konsisten.

“Kalau cuma digembok tapi besok orang parkir sembarangan lagi, untuk apa? Harus ada sistem yang bikin orang berpikir dua kali untuk melanggar,” tegasnya.

Baca juga:  Anggaran Pelantikan Anggota DPRD Makassar Capai Rp2 Miliar, Termasuk Pin Emas 20 Gram

Selain menyoroti lemahnya penegakan, William juga mengkritisi perilaku sebagian petugas parkir resmi yang tidak memberikan karcis dan menarik tarif semaunya. Ia menyebut hal ini sebagai cerminan buruk yang menghambat ketertiban.

“Bagaimana masyarakat mau tertib kalau petugas resmi saja tidak tertib? Yang pakai rompi pun kadang tidak ada karcis,” kritiknya.

William juga menyarankan agar pemerintah menata ulang koordinasi kelembagaan antara PD Parkir dan Bapenda, yang selama ini dinilai tumpang tindih. Persaingan soal pengelolaan titik-titik parkir justru membuat sistem retribusi amburadul.

Ia mendorong Pemkot untuk berani menjalin kerja sama dengan pihak swasta, seperti rencana pembangunan lahan parkir bertingkat di Jalan Boulevard. Menurutnya, hal ini perlu dilanjutkan dengan sistem bagi hasil yang transparan.

Baca juga:  Legislator Makassar Budi Hastuti Gelar Sosper tentang Perlindungan Anak di Hotel Royal Bay

“Jangan berharap ada investor yang mau tanam modal kalau sistemnya tidak jelas,” katanya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa penataan parkir harus dibarengi edukasi publik dan pembenahan tata ruang. William mencontohkan sejumlah program seperti pemilahan sampah, yang gagal karena minimnya pemahaman warga.

“Sekeren apa pun sistem yang dibuat, kalau masyarakat tidak paham atau tidak peduli, ya percuma,” tutupnya.

Dengan demikian, solusi persoalan parkir di Makassar harus menyentuh dua arah: penegakan aturan yang tegas dari pemerintah dan partisipasi aktif warga dalam menjaga ketertiban bersama.

Berita Terkait

Anggota DPRD Makassar dr Yulius Patandianan Sumbangkan Tenda hingga Speaker saat Reses, Ketua RW Akbar : Terima Kasih
Warga Tamalanrea “Curhat” Drainase hingga Kesehatan Saat Reses DPRD Makassar dr Yulius Patandianan
Gelar Reses, Anggota DPRD Makassar dr. Yulius Patandianan Beri Bantuan Pribadi Revitalisasi Halaman Posyandu di Taman Sudiang Indah
Pemkot Makassar Sambut Baik Rekomendasi DPRD, Fokus Kinerja dan Pelayanan
DPRD Makassar Desak PT GMTD Segera Serahkan Fasum-Fasos Tanjung Bunga
DPRD Makassar Yulius Patandianan Gelar Reses di Telkomas, Serap Aspirasi Warga Berua Biringkanaya
Reses Bersama Lurah Sudiang, dr. Yulius Patandianan Terima Keluhan Warga Soal Drainase dan Kesehatan di Kota Makassar
Serap Aspirasi Warga Sudiang Raya, dr. Yulius Patandianan Gelar Reses Kedua Masa Sidang II

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:03 WITA

Anggota DPRD Makassar dr Yulius Patandianan Sumbangkan Tenda hingga Speaker saat Reses, Ketua RW Akbar : Terima Kasih

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:47 WITA

Warga Tamalanrea “Curhat” Drainase hingga Kesehatan Saat Reses DPRD Makassar dr Yulius Patandianan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:12 WITA

Gelar Reses, Anggota DPRD Makassar dr. Yulius Patandianan Beri Bantuan Pribadi Revitalisasi Halaman Posyandu di Taman Sudiang Indah

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:31 WITA

Pemkot Makassar Sambut Baik Rekomendasi DPRD, Fokus Kinerja dan Pelayanan

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:47 WITA

DPRD Makassar Desak PT GMTD Segera Serahkan Fasum-Fasos Tanjung Bunga

Berita Terbaru