Mengenal Djusman AR; Pegiat Anti Korupsi yang Lebih Memilih Berwirausaha Dibanding Menikmati APBD(N)

Kamis, 7 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegratim icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pegiat Anti Korupsi Djusman AR bersama Putranya Teguh Esa Bangsawan DJ melayani pelanggan di Kedai Tujuh Belas jalan Anggrek Raya, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, beberapa waktu lalu.

Pegiat Anti Korupsi Djusman AR bersama Putranya Teguh Esa Bangsawan DJ melayani pelanggan di Kedai Tujuh Belas jalan Anggrek Raya, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, beberapa waktu lalu.

MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Siapa yang tak kenal Djusman AR? Pegiat Anti Korupsi yang lama melintang di Ibu Kota Jakarta hingga kembali ke kampungnya Sulawesi Selatan, memilih berwirausaha di Kota Makassar.

Dirinya memilih jalur Peran Serta Masyarakat melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk berperan aktif melawan korupsi. Dengan sejumlah penghargaan yang diraihnya dari Lembaga Penegak Hukum (LPH) dalam hal pemberantasan korupsi di Sulawesi Selatan dan Barat.

Sejumlah kasus korupsi diungkapnya, tak hanya Kabupaten ataupun Kota di Sulawesi Selatan maupun di Sulawesi Barat, bahkan pernah mengungkap kasus Korupsi Rektorat kampus dalam penyalahgunaan PNBP.

ADVERTISEMENT

HOTELPREMIER

SCROLL TO RESUME CONTENT

Teman seperjuangan Mantan Ketua KPK Abraham Samad itu, memilih jalur berwirausaha dengan membuka usaha bernama Kedai Tujuh Belas, di Jalan Anggrek Raya, Kelurahan Paropo, Panakkukang, Kota Makassar.

“Saya memilih berwirausaha karena tidak bersentuhan langsung dengan APBD dan APBN. Kita inikan memposisikan diri sebagai pengawas anggaran APBD (N) dan saya punya keluarga, ada juga kebutuhan jadi kita buka Kedai,” ujar Djusman AR, saat diwawancarai langsung oleh redaksi Bangsaku.co, Kamis (7/3/2024).

“Alhamdulillah saya juga punya anak sementara kuliah S2 di UI dan Unhas, melalui usaha ini saya mampu membiayainya. Ananda kalau pulang kampung atau libur semester seperti baru-baru ini, saya ajak ke Kedai untuk membantu melayani pengunjung,” ungkapnya.

Lanjut Djusman AR, juga bercerita tentang godaan yang dilaluinya seperti menikmati APBD ataupun APBN.

“Bukan bermaksud sesumbar atau sombong. Dengan berbagai rekam jejak saya sebagai pegiat anti korupsi berbekal keilmuan Hukum dan Keuangan. Beberapa kali saya diberikan peluang, kesempatan atau ajakan oleh petinggi eksekutif untuk masuk terlibat langsung misalnya Perumda, baik jadi Direksi ataupun Dewan Pengawas (Dewas), hingga petinggi Parpol banyak mengajak saya masuk Parpol bahkan ada yang menawarkan memimpin perusahaannya namun saya memilih jalan lain seperti ini untuk tetap berpartisipasi dalam pembangunan, khususnya penyelamatan kerugian keuangan negara dan daerah yang digarong pejabat koruptor,” tuturnya.

Baca juga:  Kejari Soppeng Luncurkan Program Satu Adyaksa Menanggung Satu Petani Soppeng di Bola Sipakainge

“Cukup kita memberi saran kepada adik- adik, teman-teman, kerabat atau keluarga di pemerintahan, yang jadi Kepala Daerah Kabupaten atau Kota, Begitu pula yang menjabat Direksi/Dewas BUMD, bahkan sahabat yang duduk DPR RI, DPRD Provinsi maupun Kota. Kita selalu beri saran untuk mementingkan kepentingan masyarakat, mengingatkan jangan korupsi bahkan kita kritik ataupun melaporkan jika yang dilakukan itu salah,” jelas Djusman AR.

“Kita juga interaktif saling mengingatkan kepada APH baik itu Kejaksaan, Kepolisian dan KPK untuk sama-sama tegak lurus memberantas korupsi. Dan kepada publik atau masyarakat luas silakan awasi saya sebagai Pegiat Anti Korupsi, manakala dikemudian hari ada keliru, ada yang salah dalam langkah-langkah saya, silakan kritik. Kita pun aktivis NGO anti korupsi terbuka untuk di kritik diberi saran, jangan cuman mau mengkritik tapi tidak mau dikritik,” ujarnya.

Bang Djus menjelaskan dua sifat Non Goverment Organization (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). “Model LSM itukan ada 2. Ada yang sifatnya pemberdayaan, misalnya sosialisasi kebijakan, seminar-seminar, pelatihan-pelatihan. karena programnya pemberdayaan masyarakat, maka bermitra dengan pemerintah, mau tidak mau memakai dana APBD atau APBN sesuai AD/ART lembaganya dan itu bukan hal yang keliru,” ujarnya.

Baca juga:  DPD Lipan Sulsel Resmi Serahkan SK DPK LSM Lipan Gowa

“Sangat berbeda jauh dengan kami NGO Anti Korupsi. Domainnya kita pengawasan terkait penggunaan anggaran, penyalahgunaan kewenangan, penyalahgunaan jabatan, maka logicnya dan konsekuensinya mau tidak mau wajib menjaga jarak dengan pengambil kebijakan yang pada penegasannya tidak terlibat menikmati atau mengelola APBD (N)” jelasnya.

Bang Djus juga tidak pernah tertarik mengejar proyek-proyek pemerintah begitupula untuk masuk partai. Dia merasa sudah enjoy dengan profesi yang dilakoni sebagai pengiat anti korupsi dan penjual kopi serta makanan.

Sesuai dengan garis juangnya yang dijalani dari dahulu bersama rekan-rekannya, Bang Djus sapaan akrab Djusman AR memilih teguh pada prinsip dan kemandiriannya. Bahkan disaat Sahabatnya (Abraham Samad) menjabat ketua KPK sekalipun tidak pernah menemuinya dengan maksud saling menjaga integritas.

“Bahkan Pak Abraham itu pernah menelpon saya waktu menjabat Ketua KPK. Saya ditanya, Kenapa tidak pernah jalan-jalan kesini di Kantor? (Gedung Merah Putih). Saya kan tidak mau mengganggu konsentrasi Pak Abraham itu untuk memberantas korupsi. Jadi selama Pak Abraham menjabat sebagai Ketua KPK, saya tidak pernah ke kantornya itu,” cerita Djusman AR sambil tertawa. Namun pastinya kita saling support dan mendoakan dalam kebaikan.

Diketahui Djusman AR intens menghadiri undangan lintas lembaga dan kampus sebagai pemateri berkait pengelolaan keuangan dan anti korupsi.

Djusman AR yang juga dikenal sebagai Mantan Ketua Forum Mahasiswa Pascasarjana (Macasar) Unhas tak tanggung-tanggung gerakannya dalam melaporkan dan mengawal perkara korupsi, masih menghangat disaat lembaganya melaporkan beberapa pejabat diantaranya Bupati, Walikota hingga Gubernur dan pejabat lainnya pada sektor perbankan.

 

 

(trf)

Berita Terkait

Plt Jampidum Kejagung RI Leonard EE Simanjuntak Bersua Djusman AR di Kedai Tujuh Belas
Korkom IMM Unhas Salurkan Bantuan Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Luwu
Asnani Mappa Kabid DPMD Sulsel Raih Gelar Doktor di STIE AMKOP Makassar
Ratusan Loyalis antar Danny Pomanto Kembalikan Formulir Bacagub di Partai Hanura Sulsel
MIWF 2024 Suarakan Berbagai Kerentanan, Hadirkan Lebih dari 152 Pembicara
Hadiri Musrenbangnas, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Pastikan Stadion Sudiang Dianggarkan APBN
Pegiat Anti Korupsi Djusman AR Dukung Ormas Advokasi Korban Longsor di Luwu Sulsel
Breaking News! Innalillahi, Kades di Bone Ditemukan Meninggal Dunia di Salah Satu Kamar Hotel di Makassar

Berita Terkait

Kamis, 23 Mei 2024

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Srikandi PLN Kenalkan Energi Bersih Sejak Dini

Senin, 20 Mei 2024

Hindari Pelanggaran dan Musibah Kebakaran, Begini Tips PLN untuk Pemakaian Listrik Secara Benar

Minggu, 19 Mei 2024

Dirut PLN Tinjau Posko Utama Kelistrikan KTT WWF, Pastikan Seluruh Sistem Kelistrikan di Bali Andal

Sabtu, 18 Mei 2024

PLN Gelar Apel Siaga Kelistrikan, Pastikan Keandalan Pelayanan KTT WWF 2024 di Bali

Jumat, 17 Mei 2024

Kawal Kunjungan Kerja Presiden RI di Sulawesi Tenggara, PLN Sukses Hadirkan Listrik Tanpa Kedip

Kamis, 16 Mei 2024

Lalui Berbagai Tantangan, Ini Kiprah Srikandi PLN dalam Memulihkan Pasokan Listrik di Kabupaten Luwu Akibat Bencana Longsor dan Banjir

Rabu, 15 Mei 2024

Tingkatkan Kapabilitas, Srikandi PLN Adakan Public Speaking Class

Kamis, 9 Mei 2024

Pasokan Listrik di Wajo, Pinrang dan Enrekang 100 Persen Pulih, Kini PLN Turunkan Tim Bantuan Guna Percepat Pemulihan di Luwu

Berita Terbaru