Home / PLN

Dihadapan Mahasiswa UNHAS, GM PLN UID Sulselrabar Paparkan Transisi Energi

Rabu, 6 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegratim icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil listrik tengah melakukan pengisian daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Parepare.

Mobil listrik tengah melakukan pengisian daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Parepare.

MAKASSAR, BANGSAKU.CO – PT PLN (Persero) berkomitmen mempercepat transisi energi Indonesia dengan meningkatkan kapasitas pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Potensi besar EBT yang saat ini tengah digarap PLN adalah pembangkit listrik berbasis panas bumi (geothermal), angin (bayu), surya dan air _(hydro)_ yang punya potensi besar untuk menggantikan pembangkit berbasis batu bara khususnya di provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.

Pemerintah telah berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% di tahun 2030 dan mencapai _Net Zero Emission_ (NZE) pada 2060. Hal tersebut telah terimplementasi dalam program transformasi PLN dimana aspirasi _Green_ menjadi semangat untuk menghadirkan energi ramah lingkungan.

Dalam acara _Hasanuddin Techno Fest #8_ Seminar Nasional dengan tema “Renewable Energy for National Prosperity” di Universitas Hasanuddin, Kabupaten Gowa (5/3), General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Moch. Andy Adchaminoerdin memaparkan strategi PLN dalam percepatan transisi energi. “Dalam hal ini sumber daya EBT Indonesia yang melimpah perlu segera dimaksimalkan pemanfaatannya untuk pengadaan energi bersih. PLN telah bertransformasi untuk tidak hanya menjalankan _bussines as usual_ agar dapat membantu menekan emisi gas karbon sehingga tercapai target NZE tahun 2060,” ujar Andy.

Andy menambahkan, selain melalui program transformasi yang sudah dicanangkan, PLN juga menginisiasi delapan program untuk percepatan transisi energi diantaranya, _early retirement_ Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), implementasi _co-firing_ dan pengembangan biomassa, _co-firing_ hidrogen dan amonia, penerapan teknologi CCUS _(Carbon Capture Utilized and Storage)_, membangun lebih banyak pembangkit EBT, _roll out smart grid_, layanan sertifikasi _Renewable Energy Certificate (_REC_), serta pengembangan ekosistem _Electric Vehicle_.

Andy mencatat, bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) adalah sebesar 45,78%, jauh di atas dari rata-rata target nasional di tahun 2025 yaitu 23%.

Tidak hanya itu Andy merinci, PLN di Regional Sulawesi sendiri juga sudah menerapkan beberapa program transisi energi, diantaranya _Smart Grid_ di dua subsistem yaitu Selayar dan Tahuna, 20 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN UID Sulselrabar di 12 lokasi tersebar, serta layanan sertifikasi _REC_ di wilayah kerja PLN UID Sulselrabar yang mencapai 19.927 unit.

Baca juga:  Terus Dorong Pengembangan UMKM, Rumah BUMN Gelar Pelatihan dan Pamerkan Produk di Sentra UMKM Pusat Oleh-Oleh Sulsel

Lebih lanjut, kata Andy semakin terwujudnya program transisi energi dan ekosistem kendaraan listrik nantinya akan mendukung ketahanan energi nasional. Karena akan mengubah ketergantungan konsumsi masyarakat dari energi fosil berbasis impor ke energi listrik domestik.

“Ini bukan sekedar kita beralih ke energi masa depan yang bersih dan ramah lingkungan, yaitu listrik. Ini sekaligus _shifting_ energi fosil yang berbasis impor ke listrik domestik yang ramah lingkungan,” pungkas Andy.

Sementara itu Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Faizal Arya Sammar mengungkapkan optimismenya terhadap pengalaman PLN dalam bidang ketenagalistrikan serta kolaborasi dengan berbagai pihak akan melakukan langkah percepatan transisi energi baik dari sisi pasokan maupun ekosistem kendaraan listrik.

Senada, mahasiswa Teknik Elektro Universitas Hasanuddin, Alfarizi optimis PLN dapat melakukan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan NZE di tahun 2060. “Dengan kolaborasi dari seluruh kalangan baik itu dari pemerintah, PLN, sektor swasta dan akademisi kami optimis inovasi dapat mewujudkan energi yang ramah lingkungan bagi masyarakat,” ujar Alfarizi.

 

(kdp)

Berita Terkait

Gunakan REC PLN, Pelanggan Smelter di Sulawesi Tenggara Siap Hasilkan Produk dari Energi Hijau
Hindari Pelanggaran dan Musibah Kebakaran, Begini Tips PLN untuk Pemakaian Listrik Secara Benar
Dirut PLN Tinjau Posko Utama Kelistrikan KTT WWF, Pastikan Seluruh Sistem Kelistrikan di Bali Andal
PLN Gelar Apel Siaga Kelistrikan, Pastikan Keandalan Pelayanan KTT WWF 2024 di Bali
Kawal Kunjungan Kerja Presiden RI di Sulawesi Tenggara, PLN Sukses Hadirkan Listrik Tanpa Kedip
Lalui Berbagai Tantangan, Ini Kiprah Srikandi PLN dalam Memulihkan Pasokan Listrik di Kabupaten Luwu Akibat Bencana Longsor dan Banjir
Tingkatkan Kapabilitas, Srikandi PLN Adakan Public Speaking Class
Pasokan Listrik di Wajo, Pinrang dan Enrekang 100 Persen Pulih, Kini PLN Turunkan Tim Bantuan Guna Percepat Pemulihan di Luwu

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024

Diskominfo Makassar Sambut Kunjungan Kerja Kadiskominfosantik Palu, Puji CCTV Lorong

Minggu, 19 Mei 2024

Presiden Jokowi Undang Khusus Danny Pomanto Jamu Makan Malam Peserta World Water Forum 2024 di Bali

Rabu, 1 Mei 2024

Diskominfo Makassar Ingatkan Warga Pentingnya Keamanan Digital di Era Modern

Jumat, 26 April 2024

Dinas Kominfo Makassar Dorong Pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat Promosikan Lorong Wisata

Kamis, 4 April 2024

Gelar Buka Bersama, Plt Kadis Kominfo Makassar Ismawaty Tekankan Pentingnya Kolaborasi

Senin, 1 April 2024

Plt Kadiskominfo Makassar Hadiri Acara Silaturahmi dengan APJII: Jembatan Kolaborasi untuk Keamanan Internet

Minggu, 28 Januari 2024

Diskominfo Makassar Galang Semangat Pemilu Damai di Car Free Day

Minggu, 28 Januari 2024

Diskominfo Makassar Ajak Milenial Gunakan Hak Pilih di Pemilu 2024

Berita Terbaru