MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Ir. H. Husain Syam, M.TP., IPU., ASEAN Eng, menampilkan sisi akademis, keagamaan dan kebersahajaan sosialnya di Kedai Tujuh Belas Makassar, Rabu (1/11/2023).
Setelah selesai menguji mahasiswa dan berdiskusi dengan para akademisi, Husain Syam tidak langsung pulang ke rumahnya, ia memilih untuk melanjutkan perbincangan dengan koleganya di Kedai Tujuh Belas.
Kebersamaan dan interaksi sosial yang ditunjukkan oleh Rektor UNM ini mencerminkan kepemimpinan yang bijaksana dan kedekatan dengan mahasiswa serta masyarakat, menggambarkan bahwa seorang pemimpin tidak hanya harus tegas dan profesional dalam hal akademik, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Terlihat, orang nomor 1 di PTN UNM itu, begitu menikmati hidangan khas Makassar, Kopi Susu, Coto dan Palekko milik Bang Djus, sapaan Djusman AR yang berada di Jalan Anggrek Raya, Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam suasana santai, Rektor UNM ini mengajak kolega dan pengunjung untuk memesan menu pilihan, dengan ucapan “Yang mau minum, silahkan, yang mau makan, silahkan pesan di dalam,” ujar Rektor UNM Prof Husain Syam. Sambil lanjut berdiskusi, namun dalam diskusi, ia tetap mengingatkan sudah hampir masuk waktu sholat. “Siap-siap Shalat Magrib, yang mau duluan shalat silahkan, yang mau berjamaah ayo,” ujarnya.
Mereka Shalat di atas alas tikar seadanya yang disediakan oleh Manajemen Kedai Tujuh Belas.
Kehadiran Rektor Husain Syam di Kedai Tujuh Belas tidak hanya memperlihatkan ketulusan dalam beribadah, namun juga kerakyatannya begitu pula kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar.
Ia terlihat sangat sederhana tanpa adanya kesombongan meskipun memegang jabatan tinggi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Makassar.
Selama berada di Kedai Tujuh Belas, ia dengan ramah berbaur dengan pengunjung, NGO maupun media dan beberapa Owner Warkop.
Di tengah suasana yang penuh kehangatan, terdengar Rektor Prof Husain Syam berbincang dengan bang Djusman terkait konsep usaha ini. Bahkan sempat menyampaikan “Ini sudah bagus, cuman perlu ditambah lagi luasnya karena Bang Djus kan banyak kawan, begitu juga saya datang pasti banyak kolega ku, banyak yang ikut,” kata PHS.
Kemudian berlanjut lebih dalam pembahasan tentang UMKM, perkembangan ekonomi, sosial, hukum dan politik.
“Saya suka angka 7, saya lahir tanggal 7, bulan 7, kebetulan saya Rektor Ke 7,” kata PHS.
Sebelum beranjak meninggalkan tempat duduknya ia menyampaikan ke Bang Djus, “Kasi masuk semua yang makan dan minum disini, saya traktir,” ujarnya.








































