MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Dua Jaksa senior dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Sulsel), Ardiansyah dan Syamsul Kasim menikmati santai waktu luang di Kedai Tujuh Belas, salah satu kedai terkenal di Makassar, Selasa (31/10/2023).
Keduanya menikmati Coto Kedai Tujuh Belas, Kopi Susu, Pisang/Ubi Goreng.
Ardiansyah, yang diketahui menjabat sebagai Asisten Intelijen Kejati Sulsel, telah memiliki pengalaman luas sebelumnya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri di Nganjuk, Balikpapan, dan juga sebagai Asisten Intelijen di Kejati Jogyakarta.
Sementara itu, Syamsul Kasim menjabat sebagai Pengkaji di Kejati Sulsel, merupakan mantan Kepala Kejaksaan Negeri di Sidrap, Toba Samosir, Poso dan pernah bertugas di Kejaksaan Agung.
Kedua Jaksa Senior ini terlihat santai menikmati segelas kopi pilihan mereka sambil bercengkrama di Sudut Kedai Tujuh Belas.
Mereka tampak menikmati tidak hanya rasa kopi yang disajikan, tetapi juga atmosfer yang tenang dan nyaman di Kedai Tujuh Belas.
Para pengunjung yang melihat mereka tampak menghormati dan menghargai keberadaan dua jaksa senior tersebut.
Keberadaan Ardiansyah dan Syamsul Kasim di Kedai Tujuh Belas ini menciptakan suasana hangat dan akrab di antara pengunjung lainnya.
Banyak yang menganggap kehadiran mereka sebagai bentuk dukungan terhadap warung lokal dan kuliner tradisional Sulawesi Selatan khususnya di Kedai Tujuh Belas.
Owner Kedai Tujuh Belas Djusman AR, mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan menikmati makanan dan minuman Kedai Tujuh Belas.
“Kami ucapkan terima kasih atas kedatangannya. Ini merupakan semangat kami, mendorong Kedai Tujuh Belas untuk lebih maju dan berkembang. Aamiin,” ucapnya.
Selain itu, Owner Kedai Tujuh Belas Djusman AR mengatakan, nama Kedai Tujuh Belas memiliki arti dan bermakna yang positif.
“Alepu Mappatuju, Ada tongeng Natettongi, yang juga tanggal kelahiran saya, 17 Agustus, 17 Ramadhan, 17 Rakaat,” ucap Djusman AR.
Kedai ini diketahui steril dari penggunaan APBD maupun APBN , maka dari itu APH bergantian kesini, baik dari Kepolisian, Kejaksaan, Hakim hingga kawan-kawan Auditor BPKP dan BPK menikmati suguhan menu Kedai Tujuh Belas, selain karena cita rasa didapatkan pengunjung, mungkin itulah salah satu bentuk support atas usaha makanan dan minuman yang tidak berhubungan dan bergantung pada anggaran daerah dan negara.
Diketahui tempat ini meskipun bentuknya wirausaha tetapi Bang Djus yang dikenal sebagai Pegiat Anti Korupsi, tetap ada nuansa anti korupsi didalamnya, terlihat dari simbol-simbol warna yang digunakan misalnya hitam putih serta merah, kemudian kedua adapun Password WIFInya, jangan harap bisa menggunakan wifi, tanpa mengetik lawan korupsi.
Tema Kedai Tujuh Belas ini yaitu Aktivis Berwirausaha, UMKM Bangkit.
Diketahui, Kedai Tujuh Belas berlokasi di jalan Anggrek Raya, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
(*)








































