Djusman AR Nilai Pemberantasan Korupsi di Sulsel Masih Lemah, ini Alasannya

Kamis, 5 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegratim icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Sejumlah penggiat anti korupsi di Sulawesi Selatan menilai penegakan hukum dalam menindaklanjuti dugaan tindak pidana korupsi oleh aparat penegak hukum (APH) masih lemah.

Kelemahan tersebut salah satunya dapat dilihat dari kecenderungannya menunggu laporan masyarakat dibanding menggunakan hak inisiatifnya sebagai penegak hukum.

“Artinya apa APH dalam hal mengungkap dan menindaklanjuti peristiwa hukum tindak pidana korupsi belum tegas dan konsisten,”kata Djusman AR selaku Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar, Kamis (5/1/2022).

ADVERTISEMENT

HOTELPREMIER

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal menurut Djusman, Intruksi Presiden nomor 5 tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan korupsi jelas menganut asas cepat dan prioritas. Bukannya bergantung pada peran serta atau laporan masyarakat.

Baca juga:  Eratkan Silaturahmi, Danny Pomanto Jamu Masyarakat Toraja Se-Indonesia

“Tindak pidana korupsi itu bukan merupakan delik aduan, yang artinya tanpa pun ada laporan resmi dari masyarakat wajib hukumnya bagi APH untuk melakukan tindakan penyelidikan. Jadi tidak mesti menunggu laporan baru bekerja,”ungkapnya.

Belum lagi kecenderungannya lebih mengejar kuantitas dibanding kualitas dalam menindaklanjuti dugaan korupsi. Hal itu bisa dilihat dari penaganan kasus yang hampir bertahun-tahun tidak tuntas.

“Menjadi tanda tanya besar, kok dalam menindaklanjuti dugaan korupsi seperti itu, “ujarnya.

Oleh karenanya Djusman AR mengharapkan adanya resolusi di tubuh aparat penegak hukum (APH) dalam menindaklanjuti dugaan tindak pidana korupsi.

“Jangan karena muncul desakan dari penggiat anti korupsi barulah kasus itu bergerak atau diungkap kembali, ini kan tidak baik, harus sistematis dong,”tandasnya.

Baca juga:  Pengelolaan Pasar Butung Diambil Alih Perumda Pasar Makassar, Aktifitas Pedagang Mulai Normal

Berita Terkait

Sikapi Persoalan Lokal dan Global, Rumata’ ArtSpace Usung Tema “Akar” dan “m/othering” di SEAscreen Academy – MIWF 2024
Hadirkan Stadion Bertaraf FIFA di Makassar, Masyarakat Ucapkan Terima Kasih ke Danny Pomanto
Segera Hadirkan Stadion Bertaraf FIFA, Warga Sudiang Ucapkan Terimakasih ke Danny Pomanto
Hotel Premier Makassar Gelar Nonton Bareng Indonesia VS Irak
Hotel Premier Makassar Tawarkan Mayracle di Bulan Mei, hanya Rp 370.000 Permalam
Memperingati Hari Kartini, RPPA Bersama KOADS Sulsel Gelar Talkshow
Komunitas Loyalis Danny Pomanto Desak Indira Yusuf Ismail Lanjutkan Kebaikan
Koalisi Advokasi Jurnalis Sulsel Gelar Aksi Damai depan PN Makassar

Berita Terkait

Kamis, 23 Mei 2024

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Srikandi PLN Kenalkan Energi Bersih Sejak Dini

Senin, 20 Mei 2024

Hindari Pelanggaran dan Musibah Kebakaran, Begini Tips PLN untuk Pemakaian Listrik Secara Benar

Minggu, 19 Mei 2024

Dirut PLN Tinjau Posko Utama Kelistrikan KTT WWF, Pastikan Seluruh Sistem Kelistrikan di Bali Andal

Sabtu, 18 Mei 2024

PLN Gelar Apel Siaga Kelistrikan, Pastikan Keandalan Pelayanan KTT WWF 2024 di Bali

Jumat, 17 Mei 2024

Kawal Kunjungan Kerja Presiden RI di Sulawesi Tenggara, PLN Sukses Hadirkan Listrik Tanpa Kedip

Kamis, 16 Mei 2024

Lalui Berbagai Tantangan, Ini Kiprah Srikandi PLN dalam Memulihkan Pasokan Listrik di Kabupaten Luwu Akibat Bencana Longsor dan Banjir

Rabu, 15 Mei 2024

Tingkatkan Kapabilitas, Srikandi PLN Adakan Public Speaking Class

Kamis, 9 Mei 2024

Pasokan Listrik di Wajo, Pinrang dan Enrekang 100 Persen Pulih, Kini PLN Turunkan Tim Bantuan Guna Percepat Pemulihan di Luwu

Berita Terbaru