Fakultas Peternakan Unhas Studi Banding ke Joko Tingkir Stable, Siapkan Pusat Unggulan Peternakan Kuda

Senin, 14 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, BANGSAKU.CO – Dalam upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta mempersiapkan pembangunan fasilitas kandang kuda modern, Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Fapet Unhas) melaksanakan studi banding ke Joko Tingkir Stable yang berlokasi di Pondok Pesantren Al-Falah Temboro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 9–11 Juli 2025.

Kunjungan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Fapet Unhas dalam membentuk Center of Excellence (Pusat Unggulan) di bidang peternakan kuda. Fasilitas ini nantinya akan menjadi pusat pembelajaran, penelitian, dan pengembangan industri kuda, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Dekan Fapet Unhas, Prof. Dr. Syhadar Baba, S.Pt., M.Si., menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas dosen dan tim teknis merupakan kunci untuk mewujudkan pusat unggulan tersebut.

“Kami menargetkan pembangunan stable berstandar tinggi dan berkelanjutan di kampus. Kunjungan ke berbagai stable ternama adalah bagian dari proses pembelajaran langsung yang sangat penting,” ujarnya.

Tim Fapet Unhas dalam kunjungan ini dipimpin oleh Dr. Fahrul Irawan dan Drh. Ahmad Rifaldi, bersama tenaga teknis Andi Arif Rahaman, M.Si. Sebelumnya, tim Fapet juga telah melakukan studi banding ke Nirwana Stable Semarang yang fokus pada penampungan semen dan inseminasi buatan (IB) yang dipimpin oleh Prof. Dr. Muhammad Yusuf, S.Pt., Dr. Sahiruddin dan Hasrin, S.Pt., M.Si.

Baca juga:  Ayahanda Camat Makassar Meninggal Dunia, Danny Pomanto Ucap Belasungkawa

Joko Tingkir Stable dikenal sebagai salah satu fasilitas peternakan kuda paling profesional di Indonesia. Dengan populasi lebih dari 300 ekor kuda, termasuk jenis Thoroughbred, Warmblood, Frisian, dan Arab, stable ini menerapkan sistem breeding dan pelatihan terpadu. Teknologi yang dikembangkan mencakup penampungan sperma, inseminasi buatan, formulasi pakan, pembuatan tapal kuda, serta manajemen kesehatan dan pembibitan.

Selama kunjungan, tim Fapet Unhas mempelajari berbagai aspek teknis, mulai dari pemilihan indukan, manajemen reproduksi, hingga teknik pelatihan dan evaluasi performa kuda. Fokus utama juga diberikan pada manajemen nutrisi, formulasi dan pemberian pakan, serta penggunaan suplemen untuk mendukung performa dan kesehatan reproduksi.

Manajemen pakan dan nutrisi menjadi fokus utama dalam studi banding ini, mengingat kebutuhan nutrisi kuda yang sangat spesifik dan berpengaruh langsung terhadap performa serta kesehatan reproduksi.

Baca juga:  Danny Pomanto: Birokrat Makassar Harus Jadi Pemimpin yang Tahan Terhadap Badai

Tim mempelajari formulasi pakan, teknik pemberian, serta penggunaan suplemen untuk mendukung stamina dan pertumbuhan optimal. Selain itu, aspek monitoring kesehatan, penanganan penyakit, dan protokol biosekuriti juga menjadi bagian penting dari pembelajaran, guna menjaga kualitas genetik dan performa kuda.

Tim juga menaruh perhatian besar pada tatalaksana kandang baik untuk keperluan pacuan maupun breeding. Mereka mempelajari desain kandang yang mengutamakan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi operasional, termasuk sistem ventilasi, sanitasi, serta pengaturan ruang latihan dan pemulihan.

Aspek manajemen operasional stable, pembagian tugas staf, hingga pelatihan tenaga kerja juga menjadi bagian dari diskusi intensif selama kunjungan.

Melalui kegiatan ini, Fapet Unhas menegaskan komitmennya dalam membangun fasilitas peternakan kuda berstandar nasional, yang tidak hanya mendukung pendidikan dan riset, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan industri kuda nasional.

“Ini adalah langkah strategis untuk mewujudkan visi Fapet Unhas sebagai institusi pendidikan tinggi yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing global,” tutup Prof. Syhadar.

 

 

(*/dhs)

Berita Terkait

Arahan Pak Wali Kota Appi: PDAM Makassar Jalankan 3 Strategi, Debit Bertambah dan Sambungan Pipa Diperluas
Wali Kota Appi Hidupkan Kembali Jejak Kerajaan Tallo, Siapkan Kawasan Wisata Sejarah
Partai Non-Parlemen Kompak Dukung Program Pemkot, Munafri: Penataan Kota Butuh Kolaborasi
Pemkot Makassar Tegaskan Status Aset Perumnas Sudiang Kelurahan Laikang Fasum 43.680 M² Dipasangi Papan Penanda
Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Dorong Penguatan Peran Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan Menuju Apresiasi 2026 yang Berdampak
Wali Kota Munafri Apresiasi Inovasi Urban Farming di Tammua, Terintegrasi dengan Sentra Tukar Sampah
Lewat APBD 2026, Pemkot Makassar Alokasikan Rp27,2 Miliar untuk Lindungi 81 Ribu Pekerja Rentan dan 45 Ribu Peserta JHT
Ubah Limbah Jadi Rupiah, TP PKK Makassar Latih Kader Produksi Eco Enzyme dan Lilin Minyak Jelantah

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:15 WITA

Arahan Pak Wali Kota Appi: PDAM Makassar Jalankan 3 Strategi, Debit Bertambah dan Sambungan Pipa Diperluas

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:27 WITA

Partai Non-Parlemen Kompak Dukung Program Pemkot, Munafri: Penataan Kota Butuh Kolaborasi

Senin, 22 Juni 2026 - 14:08 WITA

Pemkot Makassar Tegaskan Status Aset Perumnas Sudiang Kelurahan Laikang Fasum 43.680 M² Dipasangi Papan Penanda

Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:56 WITA

Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Dorong Penguatan Peran Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan Menuju Apresiasi 2026 yang Berdampak

Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:55 WITA

Wali Kota Munafri Apresiasi Inovasi Urban Farming di Tammua, Terintegrasi dengan Sentra Tukar Sampah

Berita Terbaru