INA Investasi ke Produsen Baterai Listrik China Rp31 T

Selasa, 15 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegratim icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, BANGSAKU.CO – Lembaga Pengelola Investasi (LPI) alias Indonesia Investment Authority (INA) menaruh investasi sebesar US$2 miliar atau Rp31 triliun (asumsi kurs Rp15.500 per dolar AS) ke perusahaan pembuat baterai listrik China Contemporary Amperex Technology Co Limited (CATL) dan CMB International.

CEO INA Ridha Wirakusumah mengatakan investasi tersebut sebagai persiapan Indonesia dalam menyiapkan bahan baku kendaraan listrik (EV) di dalam negeri.

“Dengan CATL dan CMB International sebagai mitra utama, kami mencari mitra terbaik untuk berinvestasi dalam pendanaan EV hijau,” ujarnya dalam acara B20 Summit, Nusa Dua, Bali, Senin (14/11/2022).

ADVERTISEMENT

HOTELPREMIER

SCROLL TO RESUME CONTENT

Investasi tersebut diwujudkan dalam penandatanganan kerjasama dirinya sebagai CEO INA dengan pemimpin kedua perusahaan tersebut yang disaksikan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di sela-sela perlaksanaan Presidensi G20.

“Dalam kesempatan ini kita melakukan penandatanganan yang disaksikan oleh bos saya dan juga Menteri BUMN,” imbuhnya.

Baca juga:  Minuman Kekinian "Coffee Caramel" Hotel Premier Makassar jadi Favorit Pengunjung

Ridha menjelaskan tiga alasan mengapa INA memilih untuk berinvestasi dalam rantai pengembangan baterai listrik tersebut. Pertama, untuk mengurangi emisi karbon sekaligus mendorong perkembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Kedua, agar Indonesia tidak tertinggal jauh dalam perkembangan kendaraan listrik. Diharapkan, dalam dua tahun ke depan kendaraan listrik bisa setara dengan konvensional.

“Kerja sama ini salah satu tujuannya untuk efisiensi biaya baterai. Pembuatan baterai merupakan keahlian CNTL, jadi kita bekerja sama agar bisa membuat baterai listrik di dalam negeri,” jelasnya.

Ketiga, karena kendaraan listrik bakal makin berkembang dan Indonesia tak bisa menunggu lebih lama lagi sampai bisa mengembangkan baterai listrik sendiri. Karenanya, kerjasama dengan kedua perusahaan dianggap sangat penting untuk dilakukan.

Indonesia sebagai penghasil nikel terbesar di dunia dinilai perlu belajar dan bekerja sama dengan perusahaan yang mempunyai kemampuan menciptakan baterai listrik terbaik dunia agar bisa merebut pasar di masa depan.

Baca juga:  High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah Sulawesi Selatan Tahun 2022

“Nikel adalah bahan penting dalam sel baterai lithium ion yang digunakan di sebagian besar kendaraan listrik. Dalam 10 tahun, Indonesia diharapkan menjadi pemasok nikel rafinasi terbesar dengan lebih dari separuh produksi nikel rafinasi dunia. Dan saya mendapat kesempatan untuk berbicara di situs dan ketua CATL. Jadi ini kesempatan,” ujarnya.

Di Indonesia, pasar kendaraan listrik juga terus berkembang dan diharapkan bisa terjual sebanyak 2,1 juta unit sepeda motor listrik dan 400 ribu unit mobil listrik pada 2025 mendatang.

Awal tahun ini, CATL telah mengumumkan proyek baterai listrik senilai US$6 miliar di Indonesia dan akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan Tanah Air.

 

Berita Terkait

Hotel Premier Makassar Tawarkan Promo Menarik untuk Para Tamu Ada Manggo Sparkling dan Affogatto Latte
Hotel Premier Makassar Tawarkan Promo JUNEnjoy di Bulan Juni
Hotel Premier Makassar Ikuti Makassar Travel Fair 2024 di Surabaya
Hotel Premier Makassar Perkenalkan Minuman Baru ‘Thai Coffee Premier’
Hotel Premier Makassar Hadirkan Paket Spesial Halal Bihalal
Hotel Premier Makassar Tawarkan Aplous di Bulan April, hanya Rp 334.000 /Malam
Dari Jalanan Kota hingga Hutan Belantara: Temukan Husador, Pakaian Serbaguna Anda
Hotel Premier Makassar Hadirkan Penawaran Ramadhan 1445 Hijriah

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024

Penanganan Korupsi Bansos Covid-19 Jalan di Tempat, Djusman: Polda Jangan Mandul

Kamis, 13 Juni 2024

Ketua KONI Makassar Kirimkan Bunga Kajari, Djusman AR : Itu Mengerdilkan Independensi Kejaksaan

Rabu, 12 Juni 2024

Kajati Sulsel Agus Salim Ikuti Permohonan Pengajuan Restorative Justice 2 Kasus Penganiayaan

Jumat, 7 Juni 2024

Jampidum Setujui Pengajuan Dua Perkara “Restorative Justice” di Sulsel

Senin, 3 Juni 2024

Plt JAM PIDUM Leonard Eben Ezer Simanjuntak dan Wakajati Sulsel Ikuti 3 Ekspose Perkara Pengajuan Restorative Justice, 2 Diterima dan 1 Ditolak

Kamis, 30 Mei 2024

Kajati Sulsel Agus Salim Sampaikan Welcome Speech dalam Acara Bimtek Penanganan Perkara Tindak Pidana Narkotika dengan Pendekatan Keadilan Restoratif

Rabu, 22 Mei 2024

Kajati Agus Salim Berikan Apresiasi Tim Tabur Intelijen Kejati Sulsel yang Berhasil Menangkap Buronan Kasus Korupsi dan Buronan Penyelundup BBM

Senin, 20 Mei 2024

Agus Salim Tutup Turnamen Sepakbola Kajati Sulsel Cup I 2024 di Kota Malili Luwu Timur

Berita Terbaru